|
MUQADDIMAH
PENDAHULUAN
BAB PERTAMA. POKOK-POKOK
AJARAN ISLAM TENTANG HALAL DAN HARAM
1.1 Asal
Tiap-Tiap Sesuatu Adalah Mubah
1.2 Menentukan
Halal Haram Semata-mata Hak Allah
1.3 Mengharamkan
yang Halal dan Menghalalkan yang Haram Sama dengan Syirik
1.4 Mengharamkan
yang Halal akan Berakibat Timbulnya Kejahatan dan Bahaya
1.5 Setiap
yang Halal Tidak Memerlukan yang Haram
1.6 Apa Saja
yang Membawa Kepada Haram adalah Haram
1.7 Bersiasat
Terhadap Hal yang Haram, Hukumnya adalah Haram
1.8 Niat
Baik Tidak Dapat Melepaskan yang Haram
1.9 Menjauhkan
Diri dari Syubhat Karena Takut Terlibat dalam Haram
1.10 Sesuatu
yang Haram Berlaku Untuk Semua Orang
1.11 Keadaan
Terpaksa Membolehkan yang Terlarang
Catatan
Kaki
BAB KEDUA. MAKANAN, PAKAIAN DAN RUMAH
2.1 Makanan dan Minuman
2.1.1 Menyembelih dan Makan
Binatang dalam Pandangan Agama Hindu
2.1.2 Binatang yang Diharamkan dalam Pandangan Yahudi dan Nasrani
2.1.3 Menurut Pandangan Orang Arab Jahiliah
2.1.4 Islam
Menghalalkan yang Baik
2.1.5 Diharamkan
Bangkai dan Hikmahnya
2.1.6 Haramnya
Darah yang Mengalir
2.1.7 Daging
Babi
2.1.8 Binatang
yang Disembelih Bukan Karena Allah
2.1.9 Macam-Macam
Bangkai
2.1.10 Hikmah Diharamkannya Macam-Macam Binatang di Atas
2.1.11 Binatang yang Disembelih untuk Berhala
2.1.12 Ikan dan Belalang Dapat Dikecualikan dari Bangkai
2.1.13 Memanfaatkan Kulit Tulang dan Rambut Bangkai
2.1.14 Keadaan Darurat dan Pengecualiannya
2.1.15 Daruratnya Berobat
2.1.16 Perseorangan Tidak Boleh Dianggap Darurat Kalau
Dia Berada Dalam Masyarakat yang di Situ Ada Sesuatu yang Dapat Mengatasi Keterpaksaannya
Itu
2.1.17 Penyembelihan Menurut Syara'
2.1.17.1 Binatang Laut Semua Halal
2.1.17.2 Menyembelih
Sebagai Syarat Halalnya Binatang
2.1.17.3 Syarat-Syarat Penyembelihan Menurut Syara'
2.1.17.4 Rahasia Penyembelihan dan Hikmahnya
2.1.17.5 Hikmah Menyebut Asma' Allah Waktu Menyembelih
2.1.17.6 Sembelihan Ahli Kitab
2.1.18 Berburu
2.1.18.1 Syarat yang Berlaku Untuk Pemburu
2.1.18.2 Syarat yang Berkenaan dengan Binatang yang Diburu
2.1.18.3 Alat yang Dipakai Untuk Berburu
2.1.19 Khamar (Arak)
2.1.19.1 Setiap yang Memabukkan Berarti Arak
2.1.19.2 Minum Sedikit
2.1.19.3 Memperdagangkan Arak
2.1.19.4 Seorang Muslim Tidak Boleh Menghadiahkan Arak
2.1.19.5 Tinggalkan
Tempat Persidangan Arak
2.1.19.6 Khamar Adalah Penyakit Bukan Obat
2.1.20 Narkotik
2.1.20.1 Setiap yang Berbahaya Dimakan atau Diminum, Tetap
Haram
2.2 Pakaian dan Perhiasan
2.2.1 Islam
Agama Bersih dan Cantik
2.2.2 Emas
dan Sutera Asli Haram Untuk Orang Laki-Laki
2.2.3 Hikmah
Diharamkannya Emas dan Sutera Terhadap Laki-Laki
2.2.4 Hikmah
Dibolehkannya Untuk Wanita
2.2.5 Pakaian
Wanita Islam
2.2.6 Laki-Laki
Menyerupai Perempuan dan Perempuan Menyerupai Laki-Laki
2.2.7 Pakaian
Untuk Berfoya-Foya dan Kesombongan
2.2.8 Berlebih-Lebihan
Dalam Berhias dengan Mengubah Ciptaan Allah
2.2.9 Tatoo,
Kikir Gigi dan Operasi Kecantikan Hukumnya Haram
2.2.10 Menipiskan Alis
2.2.11 Menyambung Rambut
2.2.12 Semir Rambut
2.2.13 Memelihara Jenggot
2.3 Dalam Rumah
2.3.1 Lambang-Lambang
Kemewahan dan Kemusyrikan
2.3.2 Bejana
Emas dan Perak
2.3.3 Islam
Mengharamkan Patung
2.3.4 Hikmah
Diharamkannya Patung
2.3.5 Bimbingan
Islam dalam Mengabadikan Orang Besar
2.3.6 Rukhsah
dalam Permainan Anak-Anak
2.3.7 Patung
yang Tidak Sempurna dan Cacat
2.3.8 Lukisan
dan Ukiran
2.3.9 Gambar
yang Terhina Adalah Halal
2.3.10 Photografi
2.3.11 Subjek Gambar
2.3.12 Kesimpulan Hukum Gambar dan yang Menggambar
2.3.13 Memelihara Anjing Tanpa Ada Keperluan
2.3.14 Memelihara Anjing Pemburu dan Penjaga, Hukumnya Mubah
2.3.15 Pengetahuan
Ilmu Modern Tentang Memelihara Anjing
2.4 Bekerja dan Usaha
2.4.1 Diamnya
Orang yang Mampu Bekerja adalah Haram
2.4.2 Bilakah
Minta-Minta Itu Diperkenankan?
2.4.3 Jaga
Harga Diri dengan Bekerja
2.4.4 Bekerja
dengan Jalan Bercocok-Tanam
2.4.5 Bercocok-Tanam
yang Diharamkan
2.4.6 Perusahaan
dan Mata-Pencaharian
2.4.7 Beberapa
Usaha dan Mata-Pencaharian yang Diberantas oleh Islam
2.4.7.1 Melacur
2.4.7.2 Tarian dan Seni Tubuh
2.4.7.3 Perusahaan Melukis, Membuat Salib dan Sebagainya
2.4.7.4 Perusahaan Minuman Keras dan Narkotik
2.4.8 Bekerja
dengan Jalan Berdagang
2.4.9 Pendirian
Gereja Tentang Masalah Dagang
2.4.10 Perdagangan yang Dilarang
2.4.11 Bekerja Sebagai Pegawai
2.4.12 Kepegawaian yang Diharamkan
2.4.13 Pedoman Secara Umum Tentang Bekerja
Catatan
Kaki
BAB KETIGA. GHARIZAH,
PERNIKAHAN DAN KELUARGA
3.1 Lapangan Gharizah
3.1.1 Jangan
Dekat-dekat pada Zina
3.1.2 Pergaulan
Bebas adalah Haram
3.1.3 Melihat
Jenis Lain dengan Bersyahwat
3.1.4 Haram
Melihat Aurat
3.1.4.1 Batas dibolehkannya Melihat Aurat Laki-Laki atau
Perempuan
3.1.4.2 Perhiasan Perempuan yang Boleh Tampak dan yang
Tidak Boleh
3.1.4.3 Aurat Perempuan
3.1.5 Perempuan
Masuk Pemandian
3.1.6 Menampak-nampakkan
Perhiasan adalah Haram
3.1.7 Beberapa
Hal yang Dapat Mengeluarkan Perempuan dari Batas Tabarruj
3.1.8 Isteri
yang Melayani Tamu-Tamu Suaminya
3.1.9 Hubungan
Kelamin yang Tidak Normal adalah Berdosa Besar
3.1.10 Hukumnya Onani (Masturbatio)
3.2 Perkawinan
3.2.1 Tidak
Ada Pembujangan Dalam Islam
3.2.2 Melihat
Tunangan
3.2.3 Pinangan
yang Diharamkan
3.2.4 Perawan
Harus Diminta Izin dan Jangan Dipaksa
3.2.5 Perempuan
yang Haram Dikawin
3.2.5.1 Perempuan yang Haram
Dikawin Karena Ada Hubungan Susuan
3.2.5.2 Perempuan yang Haram
Dikawin Karena Ada Hubungan Kekeluargaan
Berhubungan dengan Perkawinan
3.2.5.3 Memadu Antara Dua Saudara
3.2.5.4 Perempuan-Perempuan yang Bersuami
3.2.5.5 Perempuan-Perempuan Musyrik
3.2.6 Kawin
dengan Perempuan Ahli Kitab
3.2.7 Perempuan
Muslimah Kawin dengan Laki-Laki Lain
3.2.8 Perempuan
Zina
3.2.9 Kawin
Mut'ah
3.2.10 Poligami
3.2.10.1 Adil Adalah Syarat Dibolehkan Poligami
3.2.10.2 Hikmah Dibolehkannya Poligami
3.2.11 Hubungan Suami-Isteri
3.2.12 Jalinan Perasaan Antara Suami-Isteri
3.2.13 Jangan Bersetubuh di Dubur
3.2.14 Menjaga Rahasia Isteri
3.2.15 Keluarga Berencana
3.2.15.1 Alasan yang Mendorong Keluarga Berencana
3.2.16 Pengguguran (Aborsi)
3.2.17 Hak dan Kewajiban dalam Pergaulan Antara
Suami-Isteri
3.2.18 Suami-Isteri Harus Sabar
3.2.19 Ketika Nusyuz dan Bersengketa
3.2.20 Cerai
3.2.20.1 Talaq Sebelum Islam
3.2.20.2 Talaq dalam Pandangan Agama Yahudi
3.2.20.3 Talaq dalam Pandangan Agama Kristen
3.2.20.4 Pertentangan Sekte Kristen dalam Persoalan Talaq
3.2.20.5 Effek Pengekangan Agama Kristen dalam Persoalan
Talaq
3.2.20.6 Penolakan Farid Dalam Persoalan Ini
3.2.20.7 Agama Kristen Hanya Obat Sementara, Bukan
Syariat yang Universal
3.2.20.8 Islam Membatasi Persoalan Talaq
3.2.20.9 Mencerai Perempuan Waktu Datang Bulan
3.2.20.10 Bersumpah Untuk Mencerai Hukumnya Haram
3.2.20.11 Perempuan yang Dicerai Tetap Tinggal di Rumah Suami
Selama dalam Iddah
3.2.20.12 Talaq
Harus Dijatuhkan Bertahap
3.2.20.13 Kembali dengan Baik atau Melepas dengan Baik
3.2.20.14 Tidak Boleh Menghalang-Halangi Perempuan
yang Dicerai, Untuk Kawin dengan Laki-Laki Lain
3.2.21 Hak Isteri yang Tidak Suka
3.2.22 Menyusahkan Isteri Hukumnya Haram
3.2.23 Bersumpah Untuk Menjauhi Isteri, Hukumnya Haram
3.3 Hubungan
Antara Orang Tua Dan Anak
3.3.1 Islam
Memelihara Nasab
3.3.2 Ayah
Tidak Boleh Mengingkari Nasab Anaknya
3.3.3 Mengambil
Anak Angkat Hukumnya Haram dalam Islam
3.3.3.1 Bagaimana Pandangan Islam Terhadap Peraturan Jahiliah
Ini?
3.3.3.2 Lembaga Anak Angkat Dihapus dengan praktek, Setelah
Dihapusnya dengan Perkataan
3.3.3.3 Mengangkat Anak dengan Arti Mendidik dan Memelihara
3.3.4 Pencangkokan
Sperma (Bayi Tabung)
3.3.5 Menisbatkan
Anak Kepada Selain Ayahnya Sendiri Menyebabkan Laknat
3.3.6 Jangan
Membunuh Anak
3.3.7 Persamaan
dalam Pemberian Kepada Anak-anak
3.3.8 Menegakkan
Hukum Waris dalam Batas Ketentuan Allah
3.3.9 Durhaka
Kepada Dua Orang Tua, Dosa Besar
3.3.9.1 Membuat Gara-Gara yang Menyebabkan Dicacinya Dua
Orang Tua, Termasuk Dosa Besar
3.3.9.2 Pergi ke Medan Jihad Tanpa Izin Orang Tua, Tidak
Boleh
3.3.9.3 Dua Orang Tua yang Musyrik
Catatan
Kaki
BAB KEEMPAT. KEPERCAYAAN DAN TRADISI,
MU'AMALAH, HIBURAN, KEMASYARAKATAN, ANTAR-UMAT
4.1 Masalah
Kepercayaan dan Tradisi
4.1.1 Nilai
Sunnatullah dalam Alam Semesta
4.1.2 Memberantas
Ramalan dan Khurafat
4.1.3 Percaya
Kepada Tukang Tenung, Kufur
4.1.4 Mengadu
Nasib dengan Azlam
4.1.5 Sihir
4.1.6 Bertangkal
4.1.7 Tathayyur
(Merasa Sial)
4.1.8 Memerangi
Tradisi Jahiliah
4.1.9 Tidak
Ada Ashabiyah dalam Islam
4.1.10 Tidak Boleh Ada Pertentangan Lantaran Nasab dan
Warna Kulit
4.1.11 Meratapi Orang yang Sudah Mati
4.2 Bagian Mu'amalah (Hubungan Pekerjaan)
4.2.1 Menjual
Sesuatu yang Haram, Hukumnya Haram
4.2.2 Menjual
Barang yang Masih Samar, Terlarang
4.2.3 Mempermainkan
Harga
4.2.4 Penimbun
Dilaknat
4.2.5 Mencampuri
Kebebasan Pasar dengan Memalsu
4.2.6 Makelar
Itu Sendiri Hukumnya Halal
4.2.7 Perkosaan
dan Penipuan, Hukumnya Haram
4.2.8 Siapa
yang Menipu, Bukan dari Golongan Kami
4.2.9 Banyak
Sumpah
4.2.10 Mengurangi Takaran dan Timbangan
4.2.11 Membeli Barang Rampokan dan Curian sama dengan
Perampas dan Pencuri
4.2.12 Riba adalah Haram
4.2.12.1 Hikmah Diharamkannya Riba
4.2.12.2 Pemberi Riba dan Penulisnya
4.2.12.3 Rasulullah Selalu Minta Perlindungan pada Allah
dari Berhutang
4.2.12.4 Menjual Kredit dengan Menaikkan Harga
4.2.12.5 Salam
4.2.13 Kerjasama dalam Suatu Pekerjaan dan Tentang Masalah
Kapital
4.2.14 Syirkah antara Pemilik-Pemilik Modal
4.2.15 Asuransi
4.2.15.1 Apakah Asuransi dapat Digolongkan Yayasan Dana
Bantuan
4.2.15.2 Sesuaikan dengan Islam
4.2.15.3 Asuransi Menurut Aturan Islam
4.2.16 Memanfaatkan Tanah Pertanian
4.2.16.1 Cara Pemanfaatannya
4.2.16.2 Muzara'ah yang Tidak Dibenarkan
4.2.16.3 Qias yang dapat Menetapkan Dilarangnya Menyewakan
dengan Uang
4.2.17 Syirkah dalam Memelihara Binatang
4.3 Tentang Hiburan
4.3.1 Sekedarnya
Saja
4.3.2 Rasulullah
s.a.w. adalah Manusia
4.3.3 Hati
Itu Bisa Bosan
4.3.4 Macam-Macam
Hiburan yang Halal
4.3.4.1 Perlombaan Lari Cepat
4.3.4.2 Gulat
4.3.4.3 Memanah
4.3.4.4 Main Anggar
4.3.4.5 Menunggang Kuda (Berpacu Kuda)
4.3.4.6 Berburu
4.3.4.7 Main Dadu
4.3.4.8 Main Catur
4.3.4.9 Menyanyi
dan Muzik
4.3.5 Judi
adalah Kawan Arak
4.3.6 Undian,
Salah Satu Macam Judi
4.3.7 Nonton Film
4.4 Hubungan
Masyarakat
4.4.1 Tidak
Halal Seorang Muslim Menjauhi Kawannya
4.4.2 Mendamaikan
Persengketaan
4.4.2.1 Jangan Ada Suatu Golongan Memperolokkan Golongan
Lain
4.4.2.2 Jangan Mencela Diri-Diri Kamu
4.4.2.3 Jangan Memberi Gelar dengan Gelar-Gelar yang Tidak
Baik
4.4.2.4 Su'uzh-Zhan (Berburuk Sangka)
4.4.2.5 Tajassus (Memata-matai)
4.4.2.6 Ghibah (Mengumpat)
4.4.2.6.1.1 Karena suatu kepentingan
4.4.2.6.1.2 Karena suatu niat
4.4.2.7 Mengadu Domba
4.4.2.8 Melindungi Harga Diri
4.4.2.9 Kehormatan Darah
4.4.2.9.1 Pembunuh dan yang Terbunuh, Kedua-duanya di
Neraka
4.4.2.9.2 Dilindunginya Darah Kafir 'Ahdi dan Dzimmi
4.4.2.9.3 Bilakah Kehormatan Darah Itu Gugur?
4.4.2.9.4 Bunuh Diri
4.4.2.10 Melindungi Harta Benda
4.4.2.10.1 Menyuap, Hukumnya Haram
4.5 Hubungan antara Ummat Islam dengan Ghairul Islam
4.5.1 Tinjauan
Khusus untuk Ahli Kitab
4.5.2 Ahludz
Dzimmah (Orang Kafir yang Berada di Wilayah Pemerintahan Islam)
4.5.3 Bersahabat
dengan Golongan Ghairul Islam dan Penganutnya
4.5.4 Orang
Islam Minta Batuan Kepada Ghairul Islam
4.5.5 Islam
Membawa Rahmat untuk Segenap Ummat Manusia Sampai kepada Binatang
Catatan
Kaki
PENUTUP
Catatan
Kaki
|